Read
Slow, Pause, & Reflect: Ramadan Gathering Good Enough Parents Mengajak Orang Tua Melambat di Tengah Dunia yang Serba Cepat
- March 7, 2026
- Posted by: Dana Oktiana
- Category: Uncategorized

Di tengah ritme hidup yang begitu cepat, sering kali kita sebagai orang tua terus berjalan tanpa sempat berhenti sejenak.
Menyadari tantangan tersebut, pada hari Sabtu, 28 Februari 2028, Good Enough Parents mengadakan acara Ramadan Gathering 2026 bertema “Slow, Pause, & Reflect: Creating Space for Family Wellbeing in a Fast-Paced World.”
Acara ini menjadi ruang bagi para orang tua untuk sejenak melambat, bernapas, kembali terhubung dengan diri dan keluarga yang mungkin selama ini sempat tertutup karena kesibukan, dan merefleksikan kembali perjalanan pengasuhan. Bertempat di Teras by Plataran BXChange 2, Tangerang Selatan, kegiatan ini menghadirkan pengalaman yang hangat dan reflektif bagi para ibu dan anak.
Lebih dari sekadar acara komunitas, Ramadan Gathering kali ini ini dirancang sebagai ruang belajar bersama tentang kesehatan mental orang tua, regulasi emosi, serta pentingnya menghadirkan kesadaran dalam pengasuhan.

Mengapa Banyak Ibu Merasa Overwhelmed?
Dalam sesi talkshow, psikolog sekaligus co-founder Good Enough Parents, Pritta Tyas, M.Psi., Psikolog, membahas fenomena yang semakin sering dialami oleh orang tua modern: perasaan overwhelmed atau kewalahan.
Menurut Pritta, kelelahan yang dirasakan ibu sering kali bukan hanya berasal dari pekerjaan yang terlihat, tetapi juga dari mental load yang terus berjalan di dalam pikiran.
Ibu memikirkan banyak hal sekaligus: jadwal anak, kebutuhan rumah tangga, pekerjaan, hubungan dengan pasangan, bahkan emosi setiap anggota keluarga. Pikiran yang terus bekerja tanpa jeda inilah yang membuat banyak ibu merasa lelah secara emosional.
“Ketika tuntutan terus datang tanpa ruang untuk berhenti, sistem saraf kita bisa masuk ke mode bertahan. Jadi overwhelmed bukan berarti ibu tidak kuat, tetapi karena kapasitas emosinya terus digunakan tanpa jeda,” jelas Pritta.
Topik ini menjadi sangat relevan dalam konteks parenting modern, di mana orang tua sering merasa harus melakukan semuanya dengan sempurna.

Mengapa Orang Tua Mudah Reaktif?
Dalam sesi diskusi yang sama, parenting educator dan co-founder Good Enough Parents, Damar Wahyu Wijayanti, menjelaskan mengapa banyak orang tua merasa mudah terpancing emosi saat sedang lelah.
Ketika tubuh dan pikiran sedang kelelahan, bagian otak yang bertugas untuk bertahan hidup akan bekerja lebih cepat dibandingkan bagian otak yang mengatur logika dan refleksi. Akibatnya, respon emosional sering muncul lebih dulu sebelum kita sempat berpikir dengan tenang. Hal ini menjelaskan mengapa banyak orang tua merasa menyesal setelah bereaksi kepada anak.
“Tujuannya bukan menjadi orang tua yang tidak pernah marah, tetapi orang tua yang memiliki ruang untuk pause sebelum bereaksi,” jelas Damar.
Kemampuan untuk berhenti sejenak sebelum merespons menjadi keterampilan penting dalam mindful parenting.

Multitasking dan Hidup dalam Mode Autopilot
Topik lain yang dibahas dalam talkshow adalah kebiasaan multitasking yang sering dianggap sebagai tanda produktivitas.
Padahal, secara neurologis otak manusia sebenarnya tidak dirancang untuk melakukan banyak tugas sekaligus. Yang terjadi sebenarnya adalah task switching, yaitu berpindah fokus dengan sangat cepat dari satu tugas ke tugas lain. Proses ini menguras energi mental dan membuat otak lebih cepat lelah.
Ketika otak terlalu sering berpindah fokus, ia akan masuk ke mode autopilot untuk menghemat energi. Kita tetap menjalani aktivitas sehari-hari, tetapi tidak benar-benar hadir dalam momen tersebut. Akibatnya, banyak orang tua merasa waktu bersama anak berlalu begitu cepat tanpa benar-benar dinikmati.
Belum lagi ketika Ibu merasa perlu lebih banyak waktu untuk melakukan berbagai aktivitas, gadget dan screentime seringkali menjadi andalan sebagai pendamping anak. Dalam sesi ini, Damar Wijayanti juga membagikan tips dan trik untuk memberikan batasan screen time dengan lebih bijaksana untuk anak-anak. Ternyata ada triknya, lho, untuk bisa menghilangkan Youtube Short dari aplikasi ketika anak-anak sedang menggunakan gadget-nya.
Belajar Pause Melalui Refleksi
Setelah sesi talkshow, para ibu diajak mengikuti aktivitas reflektif bernama Pause Practice Kit, yaitu sesi scrapbook journaling yang dirancang untuk membantu peserta melambat, menuliskan pikiran, dan memberi ruang bagi diri sendiri.
Dalam praktik psikologi, journaling sering digunakan sebagai cara untuk membantu regulasi emosi. Menulis membantu otak memperlambat pikiran, mengenali emosi, dan menciptakan jarak antara perasaan dan reaksi. Melalui aktivitas ini, para ibu diajak menuliskan kalimat afirmasi untuk diri sendiri, sesuatu yang sering kali mereka berikan kepada anak atau orang lain, tetapi jarang mereka ucapkan kepada diri sendiri. Aktivitas sederhana ini menjadi pengingat bahwa self-compassion juga merupakan bagian penting dari pengasuhan.



Belajar Mengenali Emosi Sejak Dini
Sementara para ibu mengikuti sesi refleksi, anak-anak mengikuti aktivitas kreatif bertema My Colorful Feelings yang difasilitasi oleh Monica and team dari Kalare.
Melalui kegiatan membaca cerita, eksplorasi warna, dan membuat color wheel of emotions, anak-anak belajar mengenali dan mengekspresikan emosi mereka dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan membantu anak mengembangkan kecerdasan emosional sejak dini, yang merupakan salah satu fondasi penting dalam perkembangan sosial dan psikologis anak.




Momen Kebersamaan di Bulan Ramadan
Acara ditutup dengan foto bersama, sesi kuis, dan persiapan berbuka puasa bersama. Saat adzan maghrib berkumandang, para peserta menikmati hidangan iftar dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Melalui Ramadan Gathering ini, Good Enough Parents ingin mengingatkan bahwa di tengah dunia yang bergerak cepat, keluarga tetap bisa menciptakan ruang kecil untuk berhenti, bernapas, dan kembali terhubung satu sama lain.
Karena pada akhirnya, pengasuhan bukan tentang menjadi orang tua yang sempurna, tetapi tentang menjadi orang tua yang hadir dengan penuh kesadaran.
Dan terkadang, yang dibutuhkan hanyalah satu hal sederhana: melambat sejenak.


Acara ini juga dapat terselenggara dengan hangat berkat dukungan dari berbagai pihak yang memiliki visi yang sama dalam mendukung tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga. Terima kasih kepada Eskulin Kids yang berkomitmen mendukung anak-anak Indonesia menjadi generasi yang aktif dan berani bereksplorasi, serta Alamii yang menghadirkan pilihan camilan sehat dan lezat untuk anak-anak.
Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Teras by Plataran sebagai official venue partner yang telah menyediakan ruang yang hangat dan nyaman bagi para orang tua untuk berkumpul, berbagi cerita, dan merefleksikan perjalanan pengasuhan mereka. Tidak hanya menjadi tempat yang mendukung suasana kebersamaan, Teras by Plataran juga menyajikan hidangan berbuka puasa yang lezat dan berkesan, menutup rangkaian acara Ramadan Gathering dengan momen kebersamaan yang penuh kehangatan.
Sampai jumpa di Ramadan Gathering 2027!